Tim tenis meja muda Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di ajang ITTF-ATTU SEA Youth Championships 2026 yang berlangsung di Singapore pada 14–19 April 2026. Kejuaraan tingkat Asia Tenggara ini diikuti oleh 141 atlet dari 9 negara, menjadi ajang penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi tenis meja di kawasan.
Di bawah koordinasi Indonesia Pingpong League (IPL) yang dipimpin oleh Petrus R. Golose, Indonesia mengirimkan 20 personel yang terdiri dari 16 atlet serta pelatih dan ofisial. Meski menjalani masa persiapan yang relatif singkat, tim Merah Putih mampu tampil kompetitif dan membawa pulang total lima medali, yakni satu emas dan empat perunggu.
Medali emas dipersembahkan oleh M. Naufal Junindra dari nomor tunggal putra U-19. Capaian ini menjadi sorotan karena sudah cukup lama Indonesia tidak meraih emas di nomor tunggal putra junior tingkat Asia Tenggara.
Sementara itu, empat medali perunggu diraih dari beberapa nomor, yaitu beregu putra U-19 (M. Naufal Junindra, M. Pirwadisasta, M. Fauzi, dan J. Christian), ganda putra U-19 (M. Naufal Junindra/Jehezekel Christian), ganda campuran U-19 (Ni Ketut Devinta Maharani/M. Naufal Junindra), serta tunggal putri U-19 melalui Ni Ketut Devinta Maharani.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan tenis meja Indonesia di level junior, khususnya pada nomor tunggal putra dan putri. Prestasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi regenerasi atlet nasional ke depan.
Ketua Umum IPL, Petrus R. Golose, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para atlet. Ia menilai hasil ini merupakan buah dari kerja sama yang solid antara pengurus, pelatih, dan atlet, meskipun persiapan dilakukan dalam waktu singkat.
Di sela kejuaraan, Golose juga melakukan pertemuan dengan perwakilan World Table Tennis, Thiago Viegas. Pertemuan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah ajang internasional World Table Tennis (WTT) di masa mendatang.
Dengan capaian ini, Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya di kancah tenis meja Asia Tenggara. Harapan besar kini tertumpu pada para atlet muda untuk terus berkembang dan mengharumkan nama bangsa di level yang lebih tinggi.